W.A. Borger: Dokter Belanda yang Menjadikan Tubuhnya Kelinci Percobaan demi Sains
Ketika saya menelusuri lembar demi lembar arsip untuk menyusun sejarah vaksinasi di Nusantara, perhatian saya tertahan oleh sebuah nama yang berulang kali muncul dalam catatan epidemiologi awal abad ke-20, Dr. W.A. Borger. Sebenarnya ada kejengkelan kecil yang membayangi penelusuran ini. Hingga kini, dokumen-dokumen resmi kolonial yang saya kumpulkan—termasuk koran lama maupun jurnal kedokteran—selalu konsisten menyembunyikan identitasnya di balik inisial yang kaku. Saya masih kesulitan melacak dengan pasti apa kepanjangan dari "W.A." tersebut. Sebuah teka-teki yang barangkali baru bisa dilengkapi jika ada peneliti lain yang berhasil membongkar bundel pencatatan sipil yang lebih dalam di Eropa. Namun, keterbatasan nama itu tidak mengecilkan [...]
Didi Kartasasmita: Perwira dari Dua Dunia yang Membantu Lahirnya TNI
Ada sebuah peristiwa penting dalam perjalanan sejarah lahirnya Tentara Nasional Indonesia yang hampir tidak pernah dibicarakan, apalagi di dokumentasikan. Malam akhir September 1945, di sebuah rumah beratap rendah di Jalan Malabar, kawasan Menteng Pulo, Jakarta. Dua pria lulusan Belanda duduk berhadapan di bawah lampu yang redup. Meja kayu di antara mereka dipenuhi asbak kuningan yang meluap, cangkir kopi yang mulai mendingin, dan lembaran-lembaran draf negara yang berantakan. Di luar, Jakarta sedang bergerak di tepi anarkisme — gerombolan pemuda bersenjata bambu runcing berpatroli di jalan-jalan protokol, sementara kapal-kapal perang Sekutu sudah bergerak menuju Selat Sunda. Pria pertama adalah Amir Sjarifuddin, Menteri [...]
Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur: Ujian Reformasi dan Desentralisasi di Sumatera Utara
Ujian Reformasi di Sumatera Pantai Timur Di tengah dinamika otonomi daerah pasca-Reformasi 1998, wacana pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur (Sumpatim) — mencakup enam kabupaten/kota: Asahan, Batu Bara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, serta Kota Tanjungbalai — muncul bukan sebagai euforia politik semata, melainkan sebagai respons struktural atas kegagalan tata kelola spasial yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Usulan ini perlu dibaca sebagai manifestasi dari apa yang oleh Aspinall dan Fealy (2003) disebut sebagai "the rise of the local" — kebangkitan aspirasi daerah yang sebelumnya direpresi oleh negara sentralistik Orde Baru, dan kini menuntut keadilan distributif dalam era reformasi. Argumen pro-pemekaran [...]
Warisan Kuli di Rezim Prabowo: Jejak Sistem Buruh Kolonial yang Belum Berakhir
Ada sebuah foto yang tersimpan dalam arsip kolonial Belanda. Dua buruh Jawa bernama Tasmin dan Kosmo yang berdiri di tiang gantungan di perkebunan Sumatra Timur, 1881. Mereka dihukum mati bukan di alun-alun kota, melainkan di lokasi kerja. Jan Breman, dalam Taming the Coolie Beast (1989), mencatat bahwa eksekusi itu digelar sebagai pertunjukan — sebuah dramatisasi kekuasaan kolonial yang menegaskan satu pesan bahwa buruh adalah alat produksi yang dikendalikan, bukan manusia yang berdiri setara dengan tuannya. Lebih dari satu abad kemudian, kita masih belum selesai dengan warisan itu. Untuk memahami krisis hari ini, kita harus membacanya sebagai produk dari sejarah panjang [...]









