W.A. Borger: Dokter Belanda yang Menjadikan Tubuhnya Kelinci Percobaan demi Sains
Ketika saya menelusuri lembar demi lembar arsip untuk menyusun sejarah vaksinasi di Nusantara, perhatian saya tertahan oleh sebuah nama yang berulang kali muncul dalam catatan epidemiologi awal abad ke-20, Dr. W.A. Borger. Sebenarnya ada kejengkelan kecil yang membayangi penelusuran ini. Hingga kini, dokumen-dokumen resmi kolonial yang saya kumpulkan—termasuk koran lama maupun jurnal kedokteran—selalu konsisten menyembunyikan identitasnya di balik inisial yang kaku. Saya masih kesulitan melacak dengan pasti apa kepanjangan dari "W.A." tersebut. Sebuah teka-teki yang barangkali baru bisa dilengkapi jika ada peneliti lain yang berhasil membongkar bundel pencatatan sipil yang lebih dalam di Eropa. Namun, keterbatasan nama itu tidak mengecilkan [...]
Warisan Kuli di Rezim Prabowo: Jejak Sistem Buruh Kolonial yang Belum Berakhir
Ada sebuah foto yang tersimpan dalam arsip kolonial Belanda. Dua buruh Jawa bernama Tasmin dan Kosmo yang berdiri di tiang gantungan di perkebunan Sumatra Timur, 1881. Mereka dihukum mati bukan di alun-alun kota, melainkan di lokasi kerja. Jan Breman, dalam Taming the Coolie Beast (1989), mencatat bahwa eksekusi itu digelar sebagai pertunjukan — sebuah dramatisasi kekuasaan kolonial yang menegaskan satu pesan bahwa buruh adalah alat produksi yang dikendalikan, bukan manusia yang berdiri setara dengan tuannya. Lebih dari satu abad kemudian, kita masih belum selesai dengan warisan itu. Untuk memahami krisis hari ini, kita harus membacanya sebagai produk dari sejarah panjang [...]
Fakta Sejarah Soemitro Djojohadikusumo yang Selamat dari Kecelakaan Pesawat di Amerika
Tidak banyak yang tahu bahwa ayah Presiden Indonesia kedelapan Prabowo Subianto pernah berada di dalam sebuah pesawat yang terbakar di langit New Mexico. Pada November 1947, Soemitro Djojohadikusumo — ekonom muda kelahiran Kebumen, 29 Mei 1917, yang saat itu tengah bertugas sebagai wakil perdagangan Republik Indonesia di Amerika Serikat — sedang dalam perjalanan dari San Francisco menuju New York. Tujuannya saat itu adalah untuk menjemput wanita pujaan hatinya yang belum genap dua tahun dinikahinya, Dora Marie Sigar, yang tengah menunggu di sana. Ia menaiki pesawat Douglas DC-6, salah satu armada udara paling modern yang beroperasi di jalur penerbangan domestik Amerika [...]
Wisata Banda Neira: Jangan Mati Sebelum Mengunjungi Surga Rempah Indonesia
Jangan Mati Sebelum ke Banda Neira Sutan Sjahrir pernah berkata sesuatu yang terdengar seperti puisi, tetapi sebenarnya adalah pernyataan yang sangat serius dari seorang lelaki yang terpenjara oleh keindahan. "Jangan mati sebelum ke Banda Neira." Sjahrir mengucapkan kalimat itu bukan dari balik meja kafe di Paris atau dari jendela kamar hotel berbintang. Ia mengucapkannya justru ketika ia adalah seorang tahanan politik yang dibuang oleh pemerintah kolonial Belanda ke pulau yang — menurut kalkulasi para penguasa itu — seharusnya membuat semangat perlawanannya layu. Banda Neira dipilih sebagai tempat pengasingan karena letaknya yang jauh, terisolasi, nyaris tak terjangkau dari mana-mana. Belanda berharap [...]









