Puisi Kehidupan: Nyanyian Pulang

Published On: July 15, 2026By Categories: Sastra
Puisi tentang Pulang: Nyanyian Pulang

Nyanyian Pulang
Malam yang sunyi,
ada yang jatuh pelan di dalam diri,
bukanlah bunyi,
tapi sesuatu yang tak mau pergi.
Di cermin yang redup dan nyaris mati,
seorang perempuan berdiri sendiri,
matanya seperti pernah mengenali,
sesuatu yang hilang… dari tubuh ini.
Perempuan itu tak memanggil,
hanya memandang,
seperti luka yang enggan berakhir,
seperti napas yang lupa kembali.
Lalu ada suara, pulang…
katanya tanpa suara panjang,
pulang…
sebelum langkah menjadi asing dan hilang.
Angin lewat tipis dan dingin,
membawa bau tanah dan kemungkinan pulang yang lain,
dan aku gemetar tanpa sebab yang ingin,
seolah ada yang hilang… tapi bukan angin.
Perempuan itu mendekat,
tanpa jejak, tanpa isyarat,
menyentuh sesuatu yang tak terlihat,
dan runtuhlah yang selama ini kuikat rapat.
pulang…
kini lebih dalam dari sekadar kenang,
pulang…
ke sesuatu yang lama kutinggalkan terang.
aku diam,
atau mungkin tenggelam,
di antara nama yang kupakai siang dan malam,
dan diri yang tak lagi sempat kupahami dalam.
Jika ini pulang,
biarlah aku hilang,
bukan sebagai yang dikenang,
tapi sebagai yang akhirnya kembali… tanpa nama, tanpa bayang.

Total Views: 12|Daily Views: 2
Related Content