Yang Tidak Pernah Lahir: Puisi tentang Cinta Seorang Ibu

Published On: July 15, 2026By Categories: Sastra
Yang Tidak Pernah Lahir: Puisi tentang Cinta Seorang Ibu

[fusion_dropcap color="var(--awb-color8)" class="fusion-content-tb-dropcap"]Y[/fusion_dropcap]ang Tidak Pernah Lahir
aku menunggu namamu tumbuh di tubuhku
seperti hujan yang pelan menemukan batu
bertahun-tahun aku belajar diam
menyimpan harap yang tak pernah tamat malam
kau hadir seperti doa yang tak bersuara
mengisi tubuhku dengan cahaya yang sementara
aku belajar mencintai yang belum sempat ada
menjadi ibu, tanpa sempat menyapa
di pagi yang biasa, tanpa tanda apa-apa
aku merasakan sesuatu pergi dari jiwa
bukan langkah, bukan suara, bukan rupa
hanya sunyi yang lebih dalam dari luka
aku memanggilmu dalam bahasa yang retak
namun kau telah jatuh, terlalu cepat
meninggalkan tubuhku yang masih mengikat
antara hidup, kehilangan, dan harap yang berat
tubuhku tetap hangat, tapi tak lagi utuh
seperti rumah yang kehilangan satu pintu
aku menggendongmu tanpa sempat menyentuh
namamu tinggal di dada, tapi tidak pernah tumbuh
orang-orang berkata nanti akan kembali
tapi tidak ada yang kembali dari sunyi
aku tahu, sejak detik itu berhenti
aku menjadi ibu dari yang tak pernah menjadi
dan setiap malam, saat aku berbaring sendiri
aku mendengar sesuatu memanggil pelan dari diri
bukan tangis, bukan isak, bukan nyeri
hanya kenangan yang memilih untuk tetap hidup di hati
kau tidak pernah lahir
namun kau pernah ada
dan itu cukup
untuk mengubahku selamanya.

Total Views: 13|Daily Views: 2
Related Content