Puisi Kehidupan: Nyanyian Pulang

Nyanyian PulangMalam yang sunyi,ada yang jatuh pelan di dalam diri,bukanlah bunyi,tapi sesuatu yang tak mau pergi.Di cermin yang redup dan nyaris mati,seorang perempuan berdiri sendiri,matanya seperti pernah mengenali,sesuatu yang hilang… dari tubuh ini.Perempuan itu tak memanggil,hanya memandang,seperti luka yang enggan berakhir,seperti napas yang lupa kembali.Lalu ada suara, pulang…katanya tanpa suara panjang,pulang…sebelum langkah menjadi asing dan hilang.Angin lewat tipis dan dingin,membawa bau tanah dan kemungkinan pulang yang lain,dan aku gemetar tanpa sebab yang ingin,seolah ada yang hilang… tapi bukan angin.Perempuan itu mendekat,tanpa jejak, tanpa isyarat,menyentuh sesuatu yang tak terlihat,dan runtuhlah yang selama ini kuikat rapat.pulang…kini lebih dalam dari sekadar kenang,pulang…ke sesuatu [...]

By |July 15, 2026|Categories: Sastra|0 Comments

Puisi Perempuan: Surat dari Perempuan yang Menolak Dibungkam

Surat dari Perempuan Aku perempuan tanpa senapan di tangan, hanya kata-kata yang kupahat perlahan, di dinding waktu yang kalian sebut kemapanan. Aku belajar mengeja dari luka yang kalian tinggalkan, dari tubuh yang sering kalian tafsirkan, sebagai tempat pulang, bukan sebagai tujuan, sebagai bayang, bukan sebagai kemungkinan. Di meja makan aku kehilangan nama, terselip di antara suara dan kuasa, yang tumbuh dari dada yang tak pernah bertanya dari rahim siapa mereka pertama-tama. Kalian bertanya, di mana tempatku ada? di kasur yang menyimpan lelah tanpa suara? di dapur, di asap yang tak pernah punya rupa? atau di sumur, di dasar gelap yang [...]

By |July 15, 2026|Categories: Sastra|0 Comments
Go to Top